4.8/5
Otomatisasi Dokumentasi UAT Gratis
Ubah rekaman user acceptance test menjadi bukti langkah demi langkah, catatan defect, dan dokumentasi yang siap untuk sign-off, secara otomatis.
Mulai gratis
Automasi dokumentasi UAT menggantikan bagian tersulit dari user acceptance testing yang paling lambat—menuliskan apa yang diuji dan apa yang terjadi—dengan screen recording yang berubah menjadi bukti untuk Anda. Dengan Trupeer, seorang tester menjalankan skenario sambil merekam, dan alat ini menghasilkan dokumen terstruktur berisi screenshot dengan caption serta langkah-langkah berurutan yang menunjukkan persis apa yang diperiksa. Catatan pengujian terisi sendiri, bukan disusun ulang dari ingatan setelah sesi selesai.
UAT berada di jalur kritis menuju setiap go-live, dan biasanya fase inilah yang membuat dokumentasi berantakan. Pengguna bisnis yang menjalankan pengujian bukan penulis teknis, screenshot ditempel ke spreadsheet beberapa jam kemudian, dan saat sign-off tidak ada yang yakin apakah bukti sesuai dengan apa yang benar-benar diuji. Dengan menangkap proses saat berlangsung, test documentation tetap akurat dan siap saat pemangku kepentingan perlu melakukan sign-off.
Cara Menggunakan Automasi Dokumentasi UAT
Alat ini menyesuaikan cara tim QA dan bisnis sudah menjalankan user acceptance testing, dengan hampir tanpa kurva pembelajaran. screen recorder Trupeer menangkap sesi pengujian, dan AI menangani penstrukturan, penulisan, serta pemformatan dalam tiga langkah.
Langkah 1: Rekam Sesi Pengujian
Buka screen recorder dan jalankan test case persis seperti saat Anda melakukan UAT, sambil menjelaskan hasil yang diharapkan dan apa yang Anda periksa pada setiap langkah. Sudah punya sesi yang direkam? Unggah saja. Ini satu-satunya langkah manual yang dibutuhkan dokumentasi.

Langkah 2: Hasilkan Dokumentasi Pengujian
Setelah rekaman selesai, alat akan memprosesnya secara otomatis. Alat ini merangkum sesi, menangkap screenshot dengan caption pada setiap tindakan, dan menuliskan urutan bernomor yang rapi, sehingga menghasilkan bukti pengujian yang bisa Anda publikasikan sebagai step-by-step guide atau test script atau SOP formal.

Langkah 3: Anotasi, Terjemahkan, dan Bagikan untuk Sign-Off
Dokumen yang dihasilkan sepenuhnya dapat diedit, sehingga Anda bisa menambahkan hasil yang diharapkan vs aktual, menandai sebuah defect, dan mengatur ulang urutan langkah. Terjemahkan ke 65+ bahasa untuk tim pengujian yang tersebar, lalu bagikan satu tautan untuk peninjauan pemangku kepentingan. Karena dokumen tetap terhubung ke rekaman, seorang developer atau pihak yang menyetujui bisa langsung menuju momen tepat saat sebuah langkah dijalankan.

Fitur Utama Automasi Dokumentasi UAT
Alat ini mengubah satu rekaman pengujian menjadi bukti terstruktur, konteks defect, dan dokumentasi pengujian yang bisa digunakan kembali, sehingga user acceptance testing tidak lagi menghasilkan backlog dokumentasi sendiri.
Bukti Langkah-demi-Langkah dari Satu Rekaman: AI memecah setiap sesi pengujian menjadi langkah-langkah yang jelas dan berurutan, lengkap dengan screenshot ber-caption dari layar yang tepat, sehingga bukti menunjukkan apa yang diuji, bukan sekadar mendeskripsikannya. Setiap langkah tetap dapat diedit, sehingga tester bisa menambahkan hasil yang diharapkan atau catatan lulus/gagal sebelum dokumen dikirim.
Penangkapan Defect dengan Komentar Berwaktu: Reviewer meninggalkan komentar berwaktu yang terhubung ke momen tepat saat sebuah defect muncul dalam rekaman, sehingga seorang developer melihat persis di mana sebuah test case gagal. Ini menggantikan bolak-balik yang biasa terjadi—screenshot yang ditempel dan deskripsi yang samar—dalam sebuah thread email.
Bisa Digunakan Kembali di Berbagai Siklus Pengujian: Rekaman dapat diduplikasi dan digunakan ulang, sehingga sebuah test case yang didokumentasikan dalam satu siklus menjadi baseline untuk regresi dan rilis berikutnya. Tim membangun library pengujian yang bisa digunakan kembali, bukan mendokumentasikan ulang skenario yang sama di setiap putaran.
Terjemahan ke 65+ Bahasa: Terjemahkan dokumentasi pengujian dan narasi agar tim QA offshore serta pengguna bisnis internasional bekerja dari bukti yang sama dalam bahasa mereka sendiri. Satu master tetap menjadi sumber, bukan salinan terpisah per wilayah yang berpotensi tidak sinkron.
Output Siap untuk Sign-Off: Trupeer menghasilkan video yang rapi dan ber- branding bersama dokumen tertulis dengan brand kit Anda diterapkan, dan Anda bisa membagikan video, dokumen, atau keduanya dengan kontrol visibilitas. Pemangku kepentingan meninjau bukti yang rapi, bukan rekaman layar yang kasar, saat mereka menyetujui sebuah rilis.
Berlokasi di Tempat QA Bekerja: Sematkan bukti pengujian ke wiki seperti Confluence di samping tiket terkait, atau host seluruh paket di knowledge base yang bisa dicari. Dokumentasi berada di tempat tester dan developer sudah bekerja, bukan di spreadsheet yang terpisah.
Mengapa Menggunakan Automasi Dokumentasi UAT?
Dokumentasi UAT yang ditulis manual memakan waktu dan mudah salah, dan bukti yang lemah adalah hal yang persis membuat sign-off tertahan atau gagal dalam audit. Mengotomatisasinya menghilangkan hambatan tersebut sekaligus membuat catatan pengujian lebih akurat dan konsisten.
Kurangi Waktu Dokumentasi di UAT: Rekaman menggantikan siklus manual untuk mengambil screenshot, memberi anotasi, dan menuliskan setiap pengujian, sehingga tester bisa menghabiskan waktunya untuk menguji. Bukti sebagian besar sudah tertulis saat sesi berakhir, sehingga user acceptance testing tetap sesuai jadwal.
Hasilkan Bukti yang Konsisten dan Bisa Diaudit: Setiap pengujian ditelusuri kembali ke sebuah rekaman dengan langkah dan screenshot, sehingga bukti seragam di antara tester, bukan bergantung pada siapa yang mendokumentasikannya. Saat klien atau auditor bertanya bagaimana sebuah fitur divalidasi, Anda bisa menunjukkan persis apa yang terjadi.
Komunikasikan Defect Lebih Cepat: Komentar berwaktu dan video yang terhubung memungkinkan seorang developer melihat langkah tepat di mana sebuah test case gagal, alih-alih mencoba mereproduksi defect dari deskripsi tertulis. Ini memperpendek siklus antara menemukan masalah dan memperbaikinya.
Gunakan Ulang di Setiap Rilis: Test case yang terdokumentasi menjadi baseline untuk regresi dan siklus berikutnya, sehingga setiap rilis menggunakan bukti yang sama, bukan mulai dari nol. Nilai library pengujian akan semakin bertambah seiring semakin banyak yang Anda rilis.
Jembatani Tim Bisnis dan Teknis: Pengguna bisnis yang menjalankan UAT menghasilkan bukti yang jelas dan terstruktur yang bisa ditindaklanjuti oleh developer, tanpa perlu menulis seperti engineer QA. Rekaman yang menjelaskan, sehingga kesenjangan antara apa yang dilihat pengguna dan apa yang dibutuhkan developer menjadi tertutup.
Siapa yang Harus Menggunakan Automasi Dokumentasi UAT?
Alat ini bermanfaat bagi siapa pun yang menjalankan, mengoordinasikan, atau melakukan sign-off pada user acceptance testing, mulai dari rilis satu fitur hingga peluncuran ERP atau CRM skala besar.
QA dan Test Leads: Standarkan cara bukti pengujian ditangkap di seluruh tim agar setiap siklus UAT menghasilkan dokumentasi yang konsisten dan bisa ditinjau. Luangkan lebih sedikit waktu untuk mengejar tester agar mengirim screenshot, dan lebih banyak waktu untuk cakupan dan defect.
Analis Bisnis dan Koordinator UAT: Ubah sesi pengujian menjadi documentation yang jelas dan paket sign-off tanpa harus merakit bukti secara manual dari setiap tester. Jaga agar catatan seluruh siklus tetap terorganisasi di satu tempat untuk pemangku kepentingan.
Pengguna Bisnis dan SME yang Menjalankan Pengujian: Dokumentasikan sebuah pengujian dengan cara merekamnya saja, sehingga pakar bidang yang bukan penulis teknis tetap dapat menghasilkan bukti yang bisa digunakan. Narasi mereka menjadi penjelasan, sehingga tidak ada yang hilang antara proses pengujian dan pelaporan.
Tim Implementasi dan Peluncuran: Tangkap UAT untuk go-live ERP, CRM, dan SaaS, seperti peluncuran Salesforce atau workflow, di mana banyak skenario harus divalidasi sebelum peluncuran. Gunakan ulang hasil tangkapan yang sama untuk pelatihan pengguna akhir setelah go-live.
Tim Kepatuhan dan Audit: Pertahankan catatan yang terkontrol dan dapat ditelusuri tentang bagaimana setiap kebutuhan diuji dan disetujui. Karena setiap pengujian terhubung ke rekamannya dengan riwayat versi, bukti audit siap digunakan—bukan disusun ulang.
Praktik Terbaik untuk Automasi Dokumentasi UAT
Sedikit struktur membuat output lebih kuat, membantu AI menghasilkan bukti yang lebih bersih dan memangkas waktu peninjauan sebelum sign-off.
Rekam Satu Test Case per Sesi: Simpan setiap rekaman untuk satu skenario saja agar bukti yang dihasilkan tetap fokus dan terpetakan dengan jelas ke satu test case. Rekaman yang lebih singkat dan berfokus juga jauh lebih mudah untuk dijalankan ulang dan diperbarui untuk regresi.
Narasi Hasil yang Diharapkan vs Aktual: Nyatakan apa yang Anda harapkan terjadi sebelum setiap langkah dan sebutkan hasil aktualnya, sehingga dokumentasi menangkap putusan, bukan hanya kliknya. Narasi ini menjadi masukan untuk voiceover AI dan langkah tertulis.
Tangkap Jalur Defect Secara Lengkap: Saat pengujian gagal, lanjutkan rekaman hingga error terjadi, sehingga bukti menunjukkan cara mereproduksinya dari awal sampai akhir. Seorang developer kemudian bisa mengikuti jalur yang tepat, bukan menebak dari satu screenshot.
Atur Berdasarkan Rilis dan Siklus: Siapkan folder per rilis atau siklus pengujian agar bukti mudah ditemukan saat sign-off dan bisa digunakan ulang untuk putaran berikutnya. Struktur yang jelas mengubah tumpukan rekaman menjadi library pengujian yang mudah dipelihara.
Perbarui Bukti di Setiap Siklus: Saat aplikasi berubah, rekam ulang hanya test case yang terdampak dan buat ulang langkahnya, sehingga dokumentasi tetap sesuai dengan build yang berjalan. Perlakukan library pengujian sebagai aset yang terus hidup, bukan sekadar output sekali kirim.
Jelajahi Alat Terkait
Manfaat utama untuk tim UAT
Bukti dari satu rekaman
Rekam sesi pengujian sekali, lalu Trupeer menghasilkan bukti terstruktur dengan tangkapan layar ber-caption dan langkah yang tersusun, sehingga catatan pengujian Anda terisi dengan sendirinya.
Cacat dengan komentar berbasis waktu
Pengulas memberikan komentar pada momen tepat saat cacat muncul dalam rekaman, sehingga pengembang dapat melihat dengan persis di mana sebuah kasus uji gagal.
Dapat digunakan ulang di setiap siklus
Duplikasi dan gunakan ulang rekaman agar kasus uji yang terdokumentasi menjadi baseline untuk regresi dan rilis berikutnya.
Cara mengotomatiskan dokumentasi UAT dengan Trupeer
Langkah 1
Rekam sesi pengujian
Langkah 2
AI membuat dokumentasi pengujian
Langkah 3
Anotasi, terjemahkan, dan bagikan untuk persetujuan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu otomatisasi dokumentasi UAT?
Ini adalah praktik menghasilkan dokumentasi user acceptance testing secara otomatis dari rekaman layar, bukan menuliskannya secara manual. Dengan Trupeer, seorang penguji merekam sesi, lalu alat ini menghasilkan bukti terstruktur dengan tangkapan layar ber-caption dan langkah yang tersusun, siap sebagai script pengujian atau SOP.
Bagaimana cara menangkap bukti pengujian?
Saat penguji merekam skenarionya, Trupeer merangkum sesi, mengambil tangkapan layar pada setiap tindakan, dan menyusun langkah sebagai panduan langkah demi langkah. Dokumen tetap terhubung ke video, sehingga pengulas dapat langsung menuju momen tepat saat suatu langkah dijalankan.
Bisakah membantu mencatat dan mengomunikasikan cacat?
Ya. Pengulas meninggalkan komentar berbasis waktu yang terikat pada momen tepat saat cacat muncul dalam rekaman, sehingga seorang pengembang dapat melihat di mana kasus uji gagal dan bagaimana cara mereproduksinya, alih-alih hanya bekerja dari deskripsi tertulis.
Bisakah dokumentasi digunakan ulang untuk regresi dan rilis mendatang?
Ya. Rekaman dapat diduplikasi dan diorganisasi dalam folder, dan dokumen dapat diterjemahkan ke 65+ bahasa, sehingga kasus uji yang terdokumentasi sekali menjadi baseline untuk regresi dan siklus berikutnya, bukan ditulis ulang setiap kali.
Siapa yang menggunakan otomatisasi dokumentasi UAT?
QA dan test lead, analis bisnis dan koordinator UAT, pengguna bisnis yang menjalankan pengujian, tim implementasi dan peluncuran, serta tim kepatuhan atau audit. Siapa pun yang menjalankan atau menyetujui user acceptance testing dan membutuhkan bukti yang jelas serta dapat ditelusuri.
Alat Lainnya

